Minggu, 25 Desember 2011

Opini Publik - Analisis Fenomena Video Lipsing


Di indonesia, banyak sekali masalah atau kasus yang hangat dan menjadi fenomena tersendiri di kalangan masyarakat Indonesia dikarenakan benyaknya opini publik tentang kasus atau isue tersebut. Kadang kala fenomena atau isu yang ada di Indonesia dan menjadi opini publik di masyarakat, cepat sekali untuk dapat menduduki peringkat pertama di pemberitaan media, namun kadangkala juga cepat sekali hilang dari permukaan dikarenakan sifat dari masyarakat Indonesia yang mudah sekali berganti fenomena dan meninggalkan fenomena yang terdahulu.
Contoh kasus atau fenomena yang mendapatkan opini publik dari masyarakat Indonesia di awal tahun ini adalah fenomena Lipsing video youtube yang dilakukan oleh salah satu anggota polisi di gorontalo yang bernama Norman Kamaru. Pada mulanya, kasus ini berkembang diawali dari keinginan seorang Norman kamaru yang sedang bertugas untuk menghibur teman yang ada di dekatnya dengan cara menirukan gaya penyanyi india yang lagunya sedang didengarkan. Tak luput teman yang sama-sama bertugas dengan Norman Kamaru juga dapat menghilangkan kesedihannya. Beberapa waktu kemudian, tiba-tiba video yang direkam Norman Kamaru muncul di salah satu situs penyedia video yang terkenal yaitu Youtube. Alhasil setelah beberapa lama video tersebut diunggah di situs youtube, banyak sekali masyarakat umum yang melihat dan mendownload video tersebut. Ada ada sebagian masyarakat setelah melihat video milik Norman Kamaru ini berpendapat bahwa itu salah satu jenis eksistensi diri seorang anggota polisi, karena polisi juga manusia yang butuh narsis juga.
Sebagaian kalangan masyarakat lain juga mungkin memiliki pendapat lain. Yaitu Norman Kamaru dirasa melecehkan atribut polisi karena melakukan gerakan di video tersebut saat bertugas dan memakai seragam polri. Alhasil setelah beberapa waktu video Norman Kamaru mencul di media massa, pihak Mabes Polri ikut bicara untuk menanggapi fenomena video Norman Kamaru ini. Pada awalnya pihak Mabes Polri merasa keberatan dengan aksi Norman Kamaru yang melakukan adegan lipsing pada saat dia bertugas dan mengenakan atribut polri lengkap. Pada saat itu, pihak Mabes Polri juga akan memberikan sanksi disiplin untuk Norman Kamaru.
Setelah pihak Mabes Polri memlontarkan keinginannya untuk memberikan sanksi kepada Norman Kamaru, berita di media massa semakin marak untuk memberitakan Norman Kamaru. Sebagian besar media massa juga memberikan opininya bahwa Mabes Polri dinilai terlalu gegabah untuk memberikan sanksi atas Norman Kamaru, karena menurut media itu hanya suatu tindakan pengekspresian diri dari seorang anggota polri yang juga manusia biasa. Lambat laun berita tentang Norman kamaru semakin menjadi-jadi, dan Norman Kamaru pun di panggil oleh Mabes Polri. Akhirnya Norman Kamarupun juga harus hijrah ke Jakarta. Sesampainya dia di Jakarta, Norman disambut dengan hangat oleh pihak Mabes Polri dan sakhirnya Mabes Polri tidak akan memberikan sanksi kepada Norman. Tidak hanya sebatas itu saja, berkat opini yang dimainkan oleh media secara terus menerus, membuat salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta juga turut mengapresiasi tingkah polah Norman Kamaru di youtube dengan memberikan beasiswa kuliah dan satu buah motor untuk Norman Kamaru.
Berkah yang didapatkan oleh Norman Kamaru tah hanya sebatas itu saja. Beberapa hari di Jakarta, Norman langsung diajak rekaman oleh seorang produser musik. Mungkin produser musik tersebut mengambil moment fenomena Norma yang cukup banyak digembar-gemborkan masyarakat. Namun hal tersebut berjalan tak begitu lama, Norman hanya sebentar saja mencicipi panggung dunia hiburan di Indonesia seiring dengan fenomenanya yng semakin menurun di kalangan masyarakat.
Analisis Konsep-Konsep Opini Publik
1.    Elemen pokok dalam membentuk opini publik
  1. Adanya issue
Salah satu faktor atau elemen yang membentuk sebuah opini publik adalah adanya sebuah issue. Dengan adanya sebuah issue yang cukup fenomenal, masyarakat dapat menilai dan membuat subuah opini. Dari kasus diatas, issue yang ada adalah seorang Norman Kamaru yang menjadi anggota polisi di gorontalo membuat video lipsing dirinya saat sedang mendengarkan lagu India. Isue ini cukup fenomenal karena pembuatan video lipsing ini dilakukan oleh seorang angota polisi yang notabennya anggota polisi adalah seorang yang digambarkan tegas, disiplin, dan gagah. Tidak seperti gerakan di video Norman Kamaru sehingga menjadi suatu isssue atau fenomena tersendiri.
  1. Adanya kelompok yang dikenal dan terlibat
Dalam kasus atau fenomena Norman Kamaru ini, jelas ada beberapa kelompok yang dikenal dan cukup terlibat. Diantaranya adalah Korp Kepolisian dimana Norman membuat video lipsingnya saat bertugas di sebuah pos dan sedang mengenakan seragam polisi lengkap. Utnuk itu, video ini juga memiliki kedekatan dengan nama kepolisian. Selain itu, kelompok yang terlibat dalam fenomena ini adalah para pengunggah video di youtube. Kita sudah ketahui bersama sebelum Norma mengunggah video di youtube, ada juga beberapa nama yang terkenal setelah mengunggah video di youtube juga. Contohnya yaitu fenomena video keong racun yang dilakukan oleh sinta dan jojo yang membuat mereka menjadi artis dadakan. Setelah fenomena itu banyak sekali yang ikut-ikutan membuat video dan ikut diunggah di youtube.
  1. Adanya pilihan yang sulit
Dalam kasus Norman Kamaru ini, publik dihadapkan pada suatu pilihan yang sulit untuk menilai kasus ini. Di satu sisi video ini adalah suatu bentuk pengekspresian diri dari seorang Norman Kamaru yang suka dengan lagu-lagu India, serta untuk menghibur teman yang bertugas dengannya saat itu yang sedang sedih. Di sisi yang lain, perbuatan Norman Kamaru ini juga menyalahi aturan polri karena Norman membuat video ini pada saat jam bertugas dan menggunakan atribut kepolisian lengkap.
  1. Suatu pernyataan/opini
Dari kasus atau fenomena Norman Kamaru, ada beberapa pernyataan atau opini dari beberapa pihak yang cukup bervariatif. Di pihak kepolisian, mereka memberikan pernyataan bahwa kegiatan Norman ini menganggar kedisiplinan di kepolisian dan patut untuk dikenakan sanksi. Sedangkan dipihak lain yaitu dari pengamat musik Indonesia, menilai bahwa fenomena ini adalah sebuah bentuh pengekspresian diri oleh seorang Norman Kamaru. Di pihak lain yaitu pengamat politik, menganggap fenomena ini adalah sebuah pengalihan opini saja terhadap kasus-kasus sebelumnya yang belum terselesaikan sampai sekarang.
  1. Jumlah orang yang terlibat
Dalam kasus Norman Kamaru ini, walaupun yang terlibat langsung dalam video ini hanya dia dan satu teman yang ada di sebelahnya saja, namun orang yang terlibat dibelakangnya cukup banyak. Karena norman kamaru membawa nama balik anggota kepolisian Indonesia. Dengan adanya video ini, mau tidak mau nama kepolisian sedikit terkenal.
2.    Tahap pembentuk opini publik
Dalam pembentukan opini publik, tentunya ada beberapa tahapan yang harus ada agar sebuah opini publik itu ada dan dirasakan oleh masyarakat luas. Tahap yang pertama adalah mencul isu yang dirasakan sangat relevan bagi kehidupan orang banyak. Dalam kasus atau fenomena video lipsing Norman  Kamaru ini, isu yang ada cukup relevan sekali bagi kehidupan orang banyak. Karena, ekarang ini perkembangan dunia maya sangat meluas di kalangan masyarakat Indonesia, dan juga kebiasaan masyarakat sekarang ini lebih cenderung narsis dalam mengekspresikan segala bentuk apapun. Oleh karena itu, situs pengungguah video seperti youtube pun akhir-akhir ini laris manis untuk media pengekspresian diri. Sehaingga, fenomena video Norman Kamaru cukup relevan dikalangan masyarakat luas.
Tahap berikutnya dalam pembentukan opini publik yaitu isu tersebut relatif baru sehingga memunculkan kekaburan standart penilaian atau standart ganda. Dalam fenomana Norman ini, isu yang muncul relatif baru karena fenomena lipsing video di youtube baru mencuat atau terkenal sejak video lipsing keong racun oleh shinta dan jojo. Sehingga di kalangan masyarakat menimbulkan beberapa penafsiran yang membingungkan, antara ingin terkenal melalui youtube, atau sekedar ajang narsis.
Tahap ketiga yaitu adanya opinion leader yang juga tertarik dengan isu tersebut. Dalam isu ini ada beberapa opinion leader yang cukup terlibat dan tertarik menanggapi isu ini. Diantaranya adalah pihak kepolisian yang diwakili oleh Kadiv Humas Polri. Dalam menanggapi isu ini, beliau berusaha untuk membentuk opini publik bahwa apa yang diperbuat oleh Norman adalah sesuatu yang salah dan mencemarkan nama baik kepolisian Indonesia. Sedangnya opinion leader yang lain yaitu pengamat musik juga mengarahkan publik terhadap isu ini bahwa fenomena itu adalah suatu fenomena normal manusia yang ingin mengekspresikan dirinya melalui youtube.
Tahap yang terakhir adalah mendapat perhatian media sehingga informasi dan reaksi teradap isu tersebut dapat diketahui oleh khalayak. Dalam kasus ini, keterlibatan media massa sangat berperan sekali untuk menyebarkan informasi kepada khalayak. Media massa memberitakan kasus Norman Kamaru secara spesial sekali dan beruntun dari hari ke hari sehingga masyarakat sadar akan informasi ini, serta masyarakat dapat memberikan penilaian dan reaksinya setelah mendapatkan berintanya melalui media massa yang ada.
3.     Dampak media
  1. Individu
Dengan adanya fenomena Briptu Norman Kamaru yang sangat mendapat perhatian yang istimewa oleh media massa, sehingga media masa membuat suatu dampat terhadap individu terkait fenomena ini. Dampak yang dihasilkan oleh media pada level individu adalah khalayak atau orang menjadi tau akan tren-tren masa kini yang suka menampilkan kenarsisan atau lebih suka mengekspresikan diri melalui jejaring sosial atau situs pengunggah video. Pada level ini, individu menjadi tau terkait degnan fenomena Norman kamaru bahwa semua orang memiliki hak yang sama dalam pengekspresian dirinya. Walaupun orang tersebut merupakan anggota kepolisian yang notabene seorang yang patuh akan aturan yang ketat.
  1. Kelompok atau organisasi
Dampak media massa terkait kasus atau fenomena Briptu Norman Kamaru juga juga dirasakan oleh kelompok masyarakat. Contohnya yaitu kelompok masyarakat penyuka pengunggah video di youtube. Dengan adanya fenomena video lipsing Briptu Norman Kamaru ini, para anggota kelompok terseut semakin gencar dan marak untuk membuat berbagai video entah itu bermutu ataupun tidak untuk diunggah di situs youtube. Dengan kata lain dengan banyaknya video yang dibuat, semakin banyak kemungkinan video tersbut dikenal oleh masyarakat umum.
  1. Institusi sosial
Dampak berikutnya yang dihasilkan oleh peran media massa yaitu pemberitaan di media memiliki dalam kepada institusi sosial. Dalam kaitannya dengan fenomena atau kasus video lipsing lagu india yang dibawakan oleh Briptu Norman Kamaru, institusi yang terkena dampak dari pemberitaan kasus ini adalah institusi Kepolisian Republik Indonesia. Dengan adanya kasus ini, image atau citra polisi agak sedikit bergeser di mata masyarakat luas. Dahulu image atau citra polisi yang terkenal dengan kedisiplinan dan juga kegarangannya, sekarang citra polisi sedikit lebih luber atau bisa dikatakan masyarakat melihat polisi tidak kaku dan lebih enak dipandang setelah fenomena atau kasus video Norman Kamaru ini mencuat. Hal ini juga bisa dinilai dari beberapa sudut. Dengan adanya pergeseran image kepolisian setelah munculnya kasus ini, ada beberapa pihak yang menyayangkan hal itu karena pergeseran image tersebut membuat masyarakat sudah tidak menakuti polisi lagi, namun disisi yang lain image tersebut juga menambah kepercayaan dan kenyamanan masyarakat terhadap polisi di Indonesia. Karena polisi juga manusia.
  1. Keseluruhan masyarakat
Secara global, pemberitaan d media terkait kasus ini juga mempunyai dampak terhadap masyarakat luas di Indonesia. Dampak hal dihasilkan untuk masyarakat luas yaitu masyarakat menjadi tau bagaimana cara mengekspresikan diri sehingga masyarakat memiliki wadah untuk ajang “narsis” dan dengan adanya fenomena ini, masyarakat luas jadi tau bagaimana cara agar membuat kita cepat terkenal.
  1. Budaya
Media massa juga berdampak pada budaya yang ada. Terkait dengan fenomena ini, budaya masyarakat yang dulunya cara pengekspresian dirinya hanya dilakukan dalam ruang lingkup yang lokal dan terbatas saja, sekarang cara pengekspresian dirinya juga sudah dapat dilakukan dalam ruang lingkup yang luas dan tak terbatas. Fenomena ini juga membuat budaya pengunggahan video di you tube dan jejaring sosial semakin marak dan membuat pergeseran nilai budaya kita.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar